The Temporary String Quartet

The Temporary String Quartet



Berdiri sejak, hmmm jarang berdiri sih, soalnya tiap latihan atau konser  kami selalu duduk, takut capek. Cukup Nyonya Meneer aja yang capek karena berdiri sejak tahun 1919. Berdiri mah cuma kalo lagi difoto aja.
String Quartet means Kuartet Gesek. Kuartet berarti empat dan kata gesek di sini maksudnya adalah alat musik gesek. Jadi String Quartet atau Kuartet Gesek merupakan sebuah grup musik yang terdiri dari empat orang dan mereka memainkan alat musik gesek dengan format violin I, violin II, viola, dan cello.
Dengan penuh rasa senang, string quartet ini terbentuk. Waktu itu kami sebagai member dari NgayogStringkarta String Orchestra, diberi kesempatan untuk mewakili teman-teman, tergabung dalam Dwipantara Orchestra Home Concert: “Classical Night” di Malang. Jadi awalnya, pada Maret 2013 kami NgayogStringkarta, sebuah orkes (alat musik) gesek asal Jogja mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam Konser Seri I mereka. 




Proses panjang dan menyenangkan bersama mereka membuat ada ikatan yang baik di antara kami. Dan pada Mei 2015 lalu, Dwipantara mengadakan home concert dan kami perpartisipasi kembali. Home concert tersebut menampilkan solo gitar, solo vokal, solo biola, solo piano, solo cello, piano trio, dan string quartet. Ada kami-kami di dalamnya, tujuh orang sebagai perwakilan dari 29 member NgayogStringkarta.

 

Pada kesempatan konser tersebut, kami The Temporary String Quartet memperdengarkan dua buah repertoar. Yang pertama kami memainkan salah satu dari Dua Miniatur untuk string quartet karya Victor Kalinnikov.

 
Victor Kalinnikov (1870-1927)

Miniatur merupakan bentuk musik yang berkembang sejak periode romantik (1820-1900). Bentuk musiknya biasanya lebih kecil daripada bentuk musik yang lain seperti concerto, sonata, dan lain-lain. Singkatnya miniatur ada musik yang pendek. Victor Kalinnikov adalah komponis periode romantik akhir asal Rusia. Karya ini ditulis pada tahun 1896. Tertarik buat mainin karya ini?
Sayang, kami tidak mengunggah video ke youtube. hehe
Repertoar kedua kami memainkan String Quartet in E flat Major karya Karl Stamitz, seorang komponis asal Jerman periode klasik (1770-1820).

 
Karl Stamitz (1745-1801)

Karya string quartet ini memiliki nuansa yang berbeda dengan karya sebelumnya. String quartet di periode klasik masih statis dan simetris. Secara umum, violin I berfungsi sebagai melodi utama, violin II sebagai suara dua dan kadang sebagai rhythm, viola sebagai rhythm, dan cello sebagai bass. Kami membawakan bagian pertama yang bertempo allegro. Untuk repertoar ini, tidak tersedia di imslp.org nih.



Ini sedikit cuplikan score nya violin I. Kalo tertarik buat dapetin music score secara lengkap, bisa minta via email husnayainfirlie@yahoo.com

 

Sepulang dari Malang, waktu itu kami mendapat kesempatan untuk mengikuti masterclass dengan tutor Prof. Masayuki Kino dari Schelm String Quartet (Jepang). Dengan persiapan kurang lebih tiga minggu penggarapan repertoar baru, kamu mengikutinya. Materi masterclass kami String Quartet No. 19 in C Major, K. 465 – W. A. Mozart, bagian I. Adagio – Allegro
Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791)

Karya ini terdiri dari empat bagian, yaitu:
I.              Adagio- Allegro
II.            Andante Cantabile
III.           Menuetto and Trio  Allegro
IV.          Allegro
Ditulis pada 14 Januari 1785. Didedikasikan untuk Joseph Haydn.

 

Tanpa kami duga, kami diberi kesempatan untuk konser di panggung yang sama dengan Schelm String Quartet pada malam harinya setelah masterclass berlangsung di siang hari. Kami kumpulkan rasa percaya diri, dan akhirnya untuk pertama kalinya kami main di rumah sendiri, kampus kami sendiri. Malam itu kami tampil dan tutor kami Prof. Masayuki Kino menyaksikan dari kursi penonton. Cukup menegangkan.



Salah satu dosen kami yang juga sangat mendukung acara tersebut, Pak Drs. I GN. Wiryawan Budhiana, M. Hum yang lebih dikenal dengan nama Budhi Ngurah, mendokumentasikan permainan kami. Setelah proses editing oleh teman kami Wido Widiatmoko, saya mengunggahnya ke youtube. Ini dia link nya

Karya ini sangatlah menarik. Mozart menunjukkan sisi lainnya di karya ini, maka terkenal dengan judul “Dissonance”.
Ini music score nya



Schelm String Quartet memperdengarkan permainan yang sangat luar biasa. Mereka mengusai secara skill, tone colour, dan balance. Itu sangat luar biasa. Memotivasi kami untuk lebih giat belajar dan berlatih sebagai string quartet.

 

Anyway, next our project is String Quartet No. 12, Op. 96 in F Major 4th movt – Antonin Dvorak. Keep practice!

 


(dari kiri ke kanan: Firlie Ni’mah Husnayain – Cello; Bravandy Wijaya – Viola; Gilang Sangsaka Jati – Violin II; Arum Kusuma Dewi – Violin I)

Comments

Popular posts from this blog

Fantasiestucke Op. 88 – R. Schumann Played by The Temporary Piano Trio

Ascoltate Recital NgayogStringkarta 29 November 2014